8 Cara Menghadapi Balita Pemalu

Melatih anak bersosialisasi dengan membuat janji main berkala dengan temannya.

Melatih anak bersosialisasi dengan membuat janji main berkala dengan temannya.

Selasa, 10 Juli 2012 | 11:42 AM

KOMPAS.com – Padahal sudah masuk sekolah TK. Dirumah pun Anda sudah bisa melakukan pembicaraan dua arah padanya. Akan tetapi balita selalu berulah setiap kali Anda ajak berpergian atau mengunjungi tempat baru serta bertemu orang baru. Kalau berkunjung ke rumah kerabat atau sahabat, jangankan bersalaman dengan tuan rumah masuk ke dalam rumahnya saja tak mau. Situasi seperti ini pasti membuat Anda kehabisan akal menghadapi si kecil. Tenang bu, semua problema ada solusinya, termasuk  cara menghadapi anak yang pemalu.

1. Jangan memaksanya
Jika anak Anda tak ingin berada di lingkungan yang baru atau bersikap menarik diri, biarkan saja. Berikan dia kelonggaran waktu, jangan membujuk terus-menerus yang membuat Anda frustasi hingga tanpa sadar mengambil langkah drastis malah memaksanya. Semakin dipaksa anak akan semakin merasa tak nyaman dan berulah. Satu hal yang perlu Anda ketahui tentang anak pemalu, mereka adalah tipe pemerhati lingkungan. Caranya bereaksi itu beda dengan anak lain. anda hanya perlu membiarkan dia mempelajari situasi dengan caranya sendiri. selain itu biarkan ia yang tentukan kapan ia siap bergabung dengan kerumunan.

2. Sering latihan di rumah
Sebelum menghadapi situasi yang asing bagi anak di luar rumah, ada baiknya Anda selalu melatihnya di rumah. Caranya, dengan memberikan informasi sejelas – jelasnya pada anak sebelum mengajaknya ke luar. Contoh, sebelum pergi katakan padanya, tujuan Anda sekeluarga pergi, alasan kalian pergi ke sana (menegok bayi baru, arisan, ulang tahun, khitanan, ke taman bermain). Jangan lupa, beri gambaran kira-kira di tempat itu anak akan bertemu dengan siapa saja. Anda boleh mengatakan padanya, ” Nanti kasih salam yah, sama tante dan om.”  Dengan begitu anak Anda sudah bisa menduga situasi yang akan dihadapinya.

3. Lakukan kontak mata
Kalau sudah berada di tempat tujuan anak Anda tetap mengalami kesulitan beradaptasi dan mulai berulah. Tarik napas dalam-dalam, jangan terpancing emosi oleh ulahnya. Situasi seperti ini memang paling mudah memacing reaksi Anda buat memarahinya. Sebenarnya, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah melakukan kontak mata padanya. Beri dia tatapan “Nggak apa -apa kok, mama di sini.” Dengan begitu anak Anda akan menyadari bahwa Anda ada dekatnya, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan.

4. Beri pujian
Sering – sering beri dia pujian jika ia melakukan hal yang baik. Misal, saat ia tersenyum pada teman Anda. Atau saat anak ikut bermain bersama sepupunya, Jangan pelit buat selalu memujinya setiap ia melakukan hal-hal yang bagus lainnya. Sikap Anda ini akan memberi dorongan positif pada si anak untuk sering-sering melakukan hal tersebut.

5. Bikin janji bermain
Buatlah janji bermain dengan salah satu teman sekolahnya. Ini akan membantu anak Anda berlatih dalam bersosialisasi. Sebab, bermain hanya dengan satu orang  memudahkannya mengatasi situasi tak nyaman. Namun yang perlu Anda catat, jangan memaksakan membuat janji bermain dengan seluruh teman kelasnya secara bergantian. Cukup dengan satu atau dua orang paling banyak selama beberapa bulan. Setelah anak mulai menikmati bermain dengan kawannya, ia akan mulai bermain dengan kawan lainya di sekolah.

6. Jangan malu atas sikapnya
Sering kali saat berada disituasi anak menarik diri yang Anda lakukan meminta maaf atas perilakunya. Hentikan kebiasaan ini! Ingat, justru sifatnya itu yang membuatnya unik. Daripada Anda fokus pada sikap pemalunya yang bikin Anda malu, cobalah berpikir kualitas si kecil yang lain. Sifat-sifatnya yang membanggakan Anda, sikap baiknya sekaligus ingatkan padanya, bahwa ia memiliki banyak kehebatan penyayang binatang, senang menolong Anda di dapur, atau kesenangannya membaca buku.

7. Jangan beri dia label
Saat anak mendengar Anda memberi label dia “pemalu” yang sayangnya, sering kali diucapkan dengan nada dan kesan yang buruk. Akibatnya, anak Anda akan makin menjadi-jadi sifatnya dan makin sulit diajak bersosialisasi. Dia malah makin sering uring-uringan tiap kali dihadapkan pada suasana serta orang baru.

8. Sering – sering peluk dia
Cara paling ampuh buat meningkatkan kepercayaan diri anak yang pemalu adalah dengan menghujani mereka kasih sayang. Sering-seringlah peluk mereka saat mengalami situasi yang kurang nyaman. Tunjukan pada mereka bahwa Anda tetap menyanyangi mereka apa adanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s